VISI DAN MISI PEMERINTAH DESA SELOKAJANG

VISI DAN MISI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA

Sebagai akselerasi untuk mewujudkan kesinambungan pembangunan Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Desa, maka sebagai pedoman penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan Desa Selokajang ditetapkan dengan Visi sebagai berikut:
“TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA SELOKAJANG YANG SEJAHTERA DAN MANDIRI DIBIDANG PERTANIAN, SOSIAL DAN BUDAYA”.
Dalam rangka mencapai visi yang telah ditetapkan, maka visi tersebut diimplementasikan dalam beberapa misi pembangunan sebagai berikut:
1. Mewujudkan dan mengembangkan kegiatan keagamaan untuk menambah kerukunan, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memprioritaskan pembangunan- pembangunan fisik dengan lebih transparan. Bahwa pembangunan fisik adalah prioritas yang tidak bisa dihindarkan. Karenanya harus kita realisasikan dengan transparan.
3. Meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Menyadari bahwa pemerintah desa adalah pelayan masyarakat, maka sudah selayaknya bila kami akan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
4. Menjadikan pemerintah desa yang bersih, berwibawa, dan solid, bahwa dengan menjadikan pemerintahan yang bersih, maka wibawa pemerintah tumbuh dengan baik. Didukung dengan koordinasi dan komunikasi yang harmonis antara Kepala Desa dan Perangkat Desa, koordinasi antara sesama Perangkat Desa, dan koordinasi antara Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa maka Pemerintah Desa akan solid.
5. Memupuk Demokrasi yang berkembang menjadi lebih terarah. Mengeluarkan pendapat adalah hak setiap warga dengan belajar dari kalimat “Musyawarah untuk mufakat”.
6. Menggali dan mendorong potensi desa yang ada di Desa. Namun tidak kalah pentingnya adalah kita mempunyai SDM potensial yang selama ini nyaris tak tersentuh yaitu pemuda. Karenanya sudah saatnya generasi muda kita diberi kesempatan dan kepercayaan lebih.
7. Menggerakan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di desa. Gotong-royong adalah ciri khas kerukunan desa. Tetapi hal itu saat ini tidak lagi terlihat. Oleh karena itu dengan semangat kebersamaan mari kita hidupkan kembali gotong – royong yang telah lama hilang.
8. Transparansi pengelolaan keuangan desa. Persoalan yang paling sensitif adalah yang terkait dengan uang. Karenanya transparansi haruslah dilakukan dengan membuat informasi secara periodik kepada masyarakat.
9. Mempertahankan tradisi adat istiadat dan hak asal usul yang ada di desa. Hal ini perlu senantiasa dilakukan agar segala tradisi dan hak asal usul yang ada di desa sejak nenek moyang kita tetap terjaga. Seperti tradisi “Bersih Dusun, Baritan” dan lainya.